RSS

kenapa pancake?

11 Feb

itu yg selalu di tanya sama temen2 saya pada saat tau saya buka tempat ini.
ada beberapa alasan knp pertanyaan ini keluar.

1. lokasi
lokasi kami yg di pamulang square, tempat yg cukup jauh di luar jakarta, dengan lokasi yg lagi berkembang, dan masih banyak perkampungan, apakah makanan ini masuk?

2. tidak kenyang
ini nih pertanyaan yg INDONESIA buanget…. makan = kenyang.

3. belum booming
yah, walaupun udah ada beberapa, pancake belum se booming burger atau pizza utk makanan eropa

3. kenapa bukan nasi?
ini berkaitan dengan pertanyaan ke 2. ya kalau nasi, tulis aja makanan khas Indonesia, option nya bisa ratusan bahkan ribuan menu….

lalu saya berfikir, kalau nasi, mending saya buka warteg aja. :d
sampai2 pengelola pamulang square itu menyarankan saya untuk jualan pempek dan somay. mereka khawatir kita collapse.

lalu istri bilang, “kalau ga beda, ga ada ciri dong”, berbekal nekat akhirnya maju aja dengan jualan pancake.
pertimbangan saya yg terbesar adalah : pancake pemang sudah menjamur, seperti PANCIOUS PANCAKE atau PANCAKE PARLOUR, tapi semua itu harga nya gila2an mahal nya.
ini bukannya mau ngomongin perusahaan lain, tapi memang fakta target mereka adalah kalangan menengah keatas. rasa mereka jg memang enak kok. ditambah mungkin sewa tempat mereka yg mahal, pegawai yg banyak, mungkin chef yg ahli, wajar lah jadi mahal.
setiap kali saya ke pancious pancake, perut saya kenyang, lidah saya terpuaskan sampai orgasme, tapi kantong saya menangis. hehehe….

inilah alasan saya ingin mempopulerkan pancake yg tidak kalah lezat nya, namun dengan harga miring.
harga miring ini memang bisa di mungkinkan dari bahan baku pancake sebenernya tidak terlalu mahal kalau kita tau dimana mencari nya.

dan berkaitan dengan pertanyaan pertama (1), lokasi yg dibilang tidak strategis.
nah, dengan ini saya merasa lokasi saya jadi strategis.
kita buka di pinggir jakarta, cost tempat tidak semahal jakarta, ditambah wilayah pinggiran sekarang menjadi focus pembangunan krn jkt udah ga bisa lagi di bangun. potential market banyak tersebar disana, apalagi di pamulang ada kampus dan banyak perumahan.

dan point 2, 3, dan 4, itu sih krn kita ga mau buat hal2 yg sama. berapa banyak warung sunda di sekitar kita? bosen bgt udah lihat nya. atau tukang ayam goreng dan ayam bakar. steak aja udah banyak disekitar kita. yah, harus berani tampil beda untuk menarik mata masyarakat.
ditambah desain warna pink, mungkin secara tidak langsung kita menargetkan customer kita adalah remaja putri dan anak2.

yup, berani tampil beda, ga tau nya ga salah kok. alhamdulillah walaupun penjualan tidak fenomenal besarnya, namun besarannya cukup lah bagi tempat usaha baru seperti kita ini. lalu, knp jg kita harus seragam dengan kata orang? dengan tampil beda, segmen kita terfocus. sekarang, INSYA ALLAH kita mau persiapan buak tempat baru. mohon do’a nya

best regards,
rully

please, like us @ facebook
http://www.facebook.com/pages/Rumah-mella/130795740313705

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2011 in sebuah awal

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: